Kisah Koin Penyok

Posted by erwin (marketing) on Thursday, September 8, 2011

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa, dengan kondisi keuangan yang tidak tentu.
Saat menelusuri jalanan sepi, kakinya tersandung sesuatu. Ia menunduk kebawah dan menggerutu kecewa.. Ternyata hanya sebuah koin tua yang sudah penyok.
Dan koin itu pun ia bawa ke Bank.
Sesampainya di bank, teller mengatakan kepadanya "sebaiknya dibawa ke kolektor".
Beruntung sekali sesampainya di kolektor, koin itu dihargai 30 dollar.
Begitu senangnya lelaki itu.
Dan saat lewat di toko perkakas, dilihatnya ada beberapa lembar kayu obral.
Dia pun membeli kayu tersebut seharga 30 dollar untuk membuat rak kecil buat istrinya.

Ditengah perjalanan membawa pulang kayu tersebut, dia melewati bengkel pembuatan mebel. mata pemilik bengkel itu tertatih melihat kayu yang begitu bermutu yang dipanggul lelaki itu, dan dia menawarkan sebuah lemari seharga 100 dollar untuk menukarkan kayu yang dibawa lelaki tersebut. Setelah setuju,  lelaki itu meminjam gerobak dari pemilik pembuatan mebel itu untuk membawa pulang lemari tersebut.

Ditengah perjalanan dia melewati perumahan yang elit, Dan seorang wanita di perumahan tersebut melihat lemari yang indah yang sedang dibawa lelaki itu dan menawarkan untuk membeli lemari tersebut seharga 200 dollar, tapi kelihatannya lelaki itu ragu dan si wanita itu menaikan tawarannya dengan harga 250 dollar. Laki laki itu pun setuju dan mengembalikan gerobak yang dibawanya.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba tiba seorang perampok keluar dari semak-semak dan mengacungkan belati, merampas uang itu dan kabur.
Kebetulan istrinya melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya, "apa yang terjadi? engkau baik-baik saja kan? apa yang diambil perampok tadi?"
Lelaki itu hanya berkata,
" oh,... bukan apa-apa, Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Demikian TUHAN mengatur hak-hak kita..
Bila kita sadar kita tak pernah benar-benar memiliki apapun, kenapa saat kehilangan kita harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan.
Maka itu, Bersyukurlah...
Mulai dari detik ini